Breaking News

Rabu, 06 Agustus 2014

Surat Cinta Untuk Palestina

Bismillahirahmanirrahim
     Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh saudara-saudaraku digaza, yang dirahmati Allah.
Semoga Allah selalu beserta antum dalam Jihad Fisabilillah ini, keselamatan selalu untuk orang-orang yang mengikuti kebenaran. Meyakini janji Allah dan mentaati Rasulullah SAW.

Bersama surat ini daku sampaikan dukaku yang berlapis-lapis. Amarah dan kegetiran bercampur baur dalam hatiku yang memerah, juga kepalan tangan yang urat-uratnya memendam keinginan ‘tuk melakukan sebuah lemparan senjata.
     Bersama surat ini, muncul rasa inginku untuk berjuang bersama antum-antum semua disana, tetapi dayaku belum terlalu kuat untuk itu. Ketika melihat tembok-tembok rumahmu yang hancur menjadi debu-debu dihantam bom, rasanya rumahku pun ikut roboh. Ketika melihat masjid-masjid disana diluluhlantahkan, aku merasa mushalla dipinggir rumahku, tempat dimana aku belajar mengaji dan shalat juga hancur berkeping-keping. Ketika kulihat cucuran darahmu yang mengalir dikepala dan tubuhmu semuanya, aku merasa darahkupun mengalir dan kulit-kulit ditubuhku terkelupas. Dan ketika kulihat kau menangisi kepergian guru-gurumu, rasanya aku kehilangan guru yang mengajariku membaca ketika aku masih kelas satu SD.
     Aku hanya melihat dichannel televisi. Dan ketika aku mendengar jeritan-jeritanmu, dada ini semakin terasa sesak. Ketika engkau berlarian menggenggam batu dan melemparkannya kearah musuh, hatikupun tergerak ‘tuk ikut melempar bersamamu.
Biarpun aku ditawari kekayaan terbaik didunia, aku tidak akan dapat melupakanmu.
Siapa yang rela melihat saudaranya dibantai habis-habisan tanpa nafas? Siapa yang tega melihat saudaranya menangis tersedu-sedu? Siapa yang tega melihat saudaranya dibunuh oleh kaum kafir Laknatullah? Siapa yang rela??
     Saudaraku, namun ketika aku melihat anak-anak muda dinegaraku sendiri, nampaknya mereka masih saja mengabaikan berita-berita tentangmu. Aku menjadi marah sendiri. Karena negaraku adalah negara berpenduduk muslim terbesar didunia, malu aku jika kau lihat anak-anak muda dinegaraku malah bertikai sesama warga negara. Malu aku jika kau lihat anak-anak muda dinegaraku ditipu oleh angan-angan kosong, mencandu narkoba, menyiksa diri mereka sendiri..
Sementara engkau dengan perban dikepalamu, terbaring lemah diatas kasur putih. Ibu-ibu dinegaramu menciumi anaknya yang tak bernyawa lagi. Aku tersedu saudaraku, aku tersedu.. sungguh..
Aku menjadi sangat kesal ketika kutahu israel melakukan konspirasi-konspirasi dengan menurunkan Mursi sebagai presiden mesir, dan kini dampaknya bantuan-bantuan untukmu ditahan disana. Aku kesal namun langkahku masih terpaku disini, didepan televisi.
     Dengan kemampuanku yang masih minim, aku selalu mencoba untuk melakukan yang terbaik yang bisa aku lakukan. Demi kemerdekaanmu. Sebisaku kuhadiri demo-demo kebebasan palestina dan kubiarkan kebutuhanku menjadi sarana untuk perjuanganmu. Disetiap Munajah setelah shalatku, tak pernah terlewat kusebutkan palestina... palestina.. palestina.. Selamatkanlah Ya Allah Ya Rabb.
Aku ingin memberi semangat padamu, memberi motivasi-motivasi padamu yang tengah berjuang. Bahwa sungguh kemenangan itu ada ditangan islam. Kemenangan itu sudah direncanakan Allah untuk islam. Belum lagi negara-negara merdeka yang mendo’akanmu, mendukungmu. Lihatlah israel, mana ada yang membela dia selain orang-orang yang dilaknati Allah ?!! Sungguh kutahu bahwa kau mempercayai bahwa islam itu akan menang. Simpanlah janji Allah itu didalam hatimu, biar tenang hatimu. Relakan anak-anakmu, ibu-ibumu, bapak-bapakmu yang menjadi korban atas semua ini kehadirat Tuhan, karena sesungguhnya mereka itu hidup disisi Allah.
     Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (Al-Ankabut-69)
Saudaraku, percayalah aku selalu mendo’akanmu bersama orang-orang muslim diIndonesia ini. Disini banyak teman-temanku dan para ikhwah dakwah mendo’akanmu. Kami selalu peduli padamu hai saudaraku. Jika tiba saatnya, Allah pasti akan menghancurkan zionis-zionis najis itu. Dan tahukah antum ketika aku mendengar bahwa empat warga palestina bermimpi bahwa orang Indonesia akan menyelamatkan Masjid Al-Aqsha, aku dilanda keterharuan yang dalam. Kita ini saudara sejak lama. Aku tahu bahwa negaramu lah yang negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Terimakasih Palestina. Percayalah pada Allah saudaraku..
Mungkin ini sekedar ungkapan perasaanku pada antum, betapa pilu hatiku menyaksikan semua kejadian ini. Akan tetapi dalam hatiku dipenuhi keyakinan bahwa Allah akan menolongmu, sungguh...
Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allahlah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (Al-Anfal-17)
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh

1 komentar:

Amanah

Beramalah dengan ilmu, dan berdakwahlah dengan ilmu !!
Designed By